KABID PARKIR KOTA MALANG MUSTAQIM JAYA DIDUGA BERBOHONG DALAM KETERANGANNYA , UNTUK MENUTUPI TARGET SETORAN YANG TAK TERCAPAI

mkoran.com - 03-01-2020 18:28:06

Mkoran.com - Menanggapi lontaran kata dari Mustaqim Jaya Kabid Parkir Kota Malang yang menyatakan bahwa setiap juru parkir diberikan karcis sebesar uang yang disetorkan ke Dishub Kota Malang , ini sangat menarik perhatian Tim Mkoran untuk membuktikan dan segera melakukan penelusuran ,Dimulai dari Jalan kawi sebelah timur , Jl Ir Rais , Tongan , Borobudur , dinoyo semua jukir mengatakan bahwa karcis mereka terima tidaklah sebesar uang yang mereka setorkan , bahkan di jalan Borobudur dikatakan karcis mereka terima satu bulan sekali , hal ini perlu dicermati omongan kepala bidang parkir tersebut , Mkoran jumpai memang ada yang satu lahan parkir sepeda motor yang memberikan satu karcis untuk satu sepeda motor yaitu di Sebelah barat stadion Gajahyana atau sebelah barat MOG ,tetapi ketika ditanyakan berapa setor harian ke Dishub mereka tidak mau menjawab sebab yang berwenang menjawab sedang tak ada di ditempat, ALIAS tak didapat keterangan berapa dia setor uang dan berapa dia dapat karcis.

Ketika hal ini dikonfirmasikan kepada Sugiono SH yang bersangkutan menanggapi dengan santai bahwa kalau kita ngomong parkir yang ada di Malang seperti kita menegakkan benang basah , Patut diduga semua bagian ikut terlibat dalam persekongkolan penggarongan uang negara , birokrat ,legeslatif semua terlibat , masak sih anggota DPRD yang berjumlah 45 orang waktu itu  bodoh semua , masak sih birokrat yang sudah sekian lama bergelut dengan PERDA kurang cerdas semua , tak bisa terbayangkan hal yang terpenting didalam sebuah perjanjian yaitu hak yang diterima masing masing pihak kok bisa lupa sehingga tak ada pembagian , hal tersebut saya pikir DILUPAKAN untuk tujuan tertentu yang ujung ujungnya merugikan keuangan negara alias KORUPSI .

Mulai pembagian yang tak jelas , alasan karcis yang diberikan sama dengan uang yang disetor oleh juru parkir itu hanya ujung untuk suatu alasan pembenar , Dishub lupa bahwa masyarakat pemerhati kebijakan itu sudah pintar pintar tak bisa ditipu ,yang jelas Dishub Kota Malang tetap memperlakukan sistem parkir seperti sistem yang lama , dan ini rawan KORUPSI , Walikota Malang kalau benar benar mau membenahi kota malang dan memberikan kepuasan terhadap rakyatnya harus lah tegas ,kecuali kalau Walikota terlibat dalam pusaran kasus ini ,  cari kepala dishub yang bener benar bisa bekerja dengan otak , tak bekerja hanya dengan obral janji , yang ujung ujungnya rakyat malang yang dibuat rugi terus menerus. (rif)

Komentar