Pendapatan Parkir Dinas Perhubungan kota Malang tahun 2019 diduga bocor dan tak capai target

mkoran.com - 03-01-2020 18:19:02

Mkoran.com - Tahun 2019 berlalu sudah meninggalkan catatan yang patut untuk diperhatikan bagi penegak hukum kota malang , dengan target 10 M bagi dinas perhubungan khususnya  bidang parkir hanya dapat dicapai sekitar 8,3 M atau hanya sekitar 83 persen  dari target, jumlah tersebut didapat dari sekitar 1000 titik /lokasi yang tersebar di Kota Malang , dikonfirmasikan kepada kepala bidang parkir kota malang Musthaqim Jaya AP,MM bahwa penyebab rendahnya setoran adalah tidak adanya ATURAN yang mengatur tentang berapa jatah juru parkir dan berapa jatah pemerintah daerah , seandainya mengacu kepada aturan yang ada pemerintah harus membayar semua juru parkir yang ada di kota malang , tentulah hal ini mengandung banyak pertanyaan ada apakah di Dinas Perhubungan kota Malang ? Musthaqim mengharapkan bahwa ada perbaikan aturan perpakiran tahun depan , tentunya dengan menyebut angka angka yang jelas berapa hak Juru Parkir dan berapa hak pemerintah Daerah , ketika disinggung adanya JUAL BELI aturan di DPRD kota Malang musthakim menjawab seandainya itu  terjadi bukan saat dia betugas di Dinas perhubungan .

Dijelaskan oleh Musthaqim bahwa  Juru parkir di Kota Malang ketika setor ke Dinas Perhubungan diberikan karcis sebesar uang yang disetor misalnya juru parkir setor Rp.100 ribu mereka hanya diberikan karcis senilai seratus ribu .

Dijelaskan oleh Sutiaji Walikota Malang saat ada pertemuan di Gedung DPRD kota malang yang dihadiri oleh Basyariah Panjaitan Komisioner KPK lama , menjelaskan bahwa berdasarkan Survey yang bertanggung jawab bahwa tahun 2011 diperoleh data titik parkir sebanyak 1500 titik dengan potensi pendapatan sekitar 51 M , saat ini tahun 2019 tentulah dengan jumlah kendaraan yang semakin banyak serta lokasi parkir yang terus bertambah tahun 2019 haruslahbisa dua kali lipat dari jumlah yang ada yah paling tidak ditahun 2019 bisa 100M , tetapi apa yang terjadi , harapan Sutiaji Walikota Malang hanyalah sebatas harapan yang tak bisa disambut secara cerdas dan sungguh sunguh oleh  anak buahnya di Dinas Perhubungan dengan baik .

Ketika masalah perpakiran ini dikonfirmasikan kepada Herman salah satu penggiat Sosial di Kota Malang yang bersangkutan memberikan keterangan bahwa Kepala  Dinas perhubungan  tidak cerdas berinovasi , tidak cerdas berinovasi  dalam artian memberikan peringatan yang jelas misalnya dipasangnya papan pengumuman dalam Bahasa malangan di setiap titik parkir “ GAK DI ISAKI KARCIS NGGAK USAH RAYAB BRO ‘ hanya dengan tulisan begitu saja saya yakin seyakin yakinnya   Pemasukan parkir kota malang akan naik paling tidak 100 persen dari yang didapat di tahun 2019 , apalagi kalau tulisan tersebut disosialisasikan secara masif oleh dishub kota malang ,  masyarakat kota malang  adalah masyarakat  guyub rukun dan mempunyai solidaritas yang tinggi serta kepatuhan yang luar biasa terhadap pemerintahan , masyarakat pemberani tentunya akan protes keras kepada juru parkir yang tak memberi karcis ketika mereka membayar parkir dan tak diberi karcis ,wani gak mbayare ker timbang ojirku di korupsi …

Tentang target yang tak dapat direalisasikan oleh dishub Herman menjawab sambal tertawa , capaian target dengan Rp.8,3M di 1000 titik seperti yang dikatakan oleh Musthaqim jaya , cobalah dicermati 8,3M kalau dibagi 1000 titik sama dengan Rp.8.300.000 pertitik kalau setahun sama dengan 360 hari berarti setiap titik parkir di kota malang  hanyalah sebesar Rp.23.055,- per hari , biasanya setiap titik terdapat 2 shift tukang parkir jadi per shift Rp.11.527,- kalau dikonversikan uang tersebut hanya untuk parkir 4 mobil per shif atau 6 sepeda motor , Inilah yang patut diselidiki oleh APARAT PENEGAK HUKUM Di kota Malang . (rif)

Komentar