Sekretaris Dinas PORAPAR kota Malang ,DIDUGA Menyumbang Renovasi Kamar Mandi Bagi Instansinya

mkoran.com - 04-05-2020 09:05:09

EPISODE PERTAMA

Sekretaris Dinas PORAPAR kota Malang ,DIDUGA menyumbang renovasi kamar mandi serta sumur resapan Senilai 100 Juta Bagi Instansinya

Setelah ketahuan proyek tersebut dikerjakan sendiri

Pada zaman yang begini sulit masih ada orang berbuat mulia menyumbang negara untuk sebuah renovasi kamar mandi atlet  serta pembuatan sumur resapan bagi instansi pemerintah daerah , Walau  bulan depan diperkirakan Zamzami akan pensiun tetapi tidak menghalangi yang bersangkutan untuk tetap dikenang oleh rekan sejawat , sebagai orang yang budiman.

Adapun pekerjaan tersebut diperkirakan menelan beaya sebesar 100 juta dengan menggunakan tenaga kerja yang sudah dikenalnya lama yang   sebagian besar  adalah penduduk bululawang, mereka digaji harian oleh Zamzani ( sebagaimana hasil wawancara EHI dengan kepala tukang ) adapun pengerjaan terahir yang sempat terpantau oleh EHI adalah penggantian PVC untuk saluran air yang berhubungan langsun dengan sumur resapan depan , walau ukuran dari PVC tersebut kurang besar tetapi cukuplah bagi sebuah sumbangan , saat ini pekerjaan tersebut selesai  98% tinggal pemasangan satu  ubin didepan pintu masuk ruangan kepala Dinas  PORAPOR Ida Ayu .

Bermula dari niat Zamzami sebagai sekretaris Dinas  PORAPOR kota Malang untuk merenovasi kamar mandi yang  selalu buntu Ahirnya disusunlah anggaran untuk membuat pekerjaan tersebut , disuruhlah tukang tukang yang selama ini menjadi langganannya , pembelian bahan dilakukan oleh Zamzami sendiri , sumber keuangan dari Zamzami , setelah pekerjaan hampir selesai maka Zamzami sibuk mencari Pemilik CV untuk dipakai PINJAM BENDERA , pada awalnya dipakailah CV Joyo Gumilang , tetapi setelah kasus pembangunan serta renovasi kamar mandi ini ramai menjadi pembicaraan kontraktor dan pejabat setempat , CV Gumilang tidak jadi dipakai untuk Pinjam CV terahir belum terdeteksi siapa CV yang digunakan oleh Zamzami.

Ketika Hal ini dikonfirmasikan kepada anak buah Zamzami yang tak mau disebut namanya , yang bersangkutan sedikit mau bicara ,tetapi memberikan keterangan  biarlah beaya Renovasi tersebut ditanggung  oleh Zamzami sendiri , sebab yang bersangkutan bertindak seenaknya sendiri , seharusnya tidak melakukan pekerjaan sendiri demi kepentingan sendiri , di indikasikan memperkaya diri sendiri apalagi yang bersangkutan sebagai PPK khan sudah jelas di UU KPK bahwa PPK atau PPTK dilarang terlibat kepentingan didalam pekerjaan yang ditanganinya , sudah jelas itu , tidak ada diskusi lagi tentang UU ini , ketika hal InI.

Ketika hal ini dilaporkan kepada Sutiaji selaku Walikota Malang , Cak Aji menjawab akan saya lihat dulu mas , ketika hal ini dikonfirmasikan dengan Istri Walikota mbak Wid Panggilannya kebetulan satu Dinas dengan Zamzami , yang bersangkutan hanya menjawab aku hanya kepala bidang mas , sedang Zamzami kan sekretaris katanya sambal tertawa kecut ,ada apakah dengan bu Walikota ini , jangan jangan Bu Walikota sudah mengetahui perbuatan Zamzami dan tak melarang tindakan tersebut .

dikonfirmasikan kepada kepala dinas PORAPOR Ida Ayu mengatakan Dia sudah memperingatkan tetapi sekretaris jalan terus seolah orang lain dianggap angin , ketika ditanyakan bahwa perbuatan Zamzami ini tidak bisa dibenarkan dan bila kepala dinas tetap memberikan tanda tangan di pengajuan pencairan nanti , bisa disangkutkan sebagai pekerjaan membantu suatu tindak pidana  Korupsi , memperkaya orang lain

Didapat keterangan terahir dari Ida Ayu bahwa pekerjaan tersebut tidak diserap setelah mendapat masukan dari beberapa orang yang faham tentang hal itu , demikian terangnya terahir lewat WA , dan ada keterangan yang menarik dari Ida Ayu “ WONG PPTK DAN PPBJ SAJA NGGAK MAU TANDA TANGAN KOK PA kongkon tanda tangan sendirian “ opo karepe ......

Ketika hal ini dikonfirmasikan kepada Giono SH , pengacara ini menjawab suatu tindakan yang benar dari kepala dINAS PORAPOR  tapi hendaknya pelaku tersebut dihukum disiplin sebab melakukan tindakan yang dinilai berbahaya , bila anggaran itu tetap dicairkan tentu masalah buat semua yang terlibat dan ini harus dilakukan dengan konsekwen oleh dinas , ojo diganti judule tapi pencairan tetap dilakukan dengan diam diam , pasti nantinya akan ketahuan. (arif)

Komentar