Pengusaha mall di Malang tabrak peraturan walikota No 19 tahun 2020 Tentang “Pedoman Masyarakat Produktif dan Aman Corona Virus Disease 2019”

mkoran.com - 10-06-2020 11:53:14

Malang, EHI - Hingar bingar PSBB terlalui sudah kini Kota malang menyambut New Normal, dimulai dengan terbitnya aturan Walikota Malang No 19 tahun 2020 tentang Pedoman Masyarakat Produktif dan Aman Corona Virus Disease 2019. Awal diberlakukan Perwal langsung disidak oleh Walikota beserta rombongan, yang disasar pertama adalah MOG serta beberapa pertokoan di kota Malang, seperti MOG serta Ramayana, esoknya Matos, semua berjalan lancar, terbukti jalan masuk dan jalan keluar pengunjung tertata dengan rapi, di hari pertama di MOG pengunjung dicatat termasuk wartawan EHI juga tercatat sebagai pengunjung, sangat rapi.

Peraturan Walikota No 19 Tahun 2020 Pasal 21 huruf d) yang berbunyi “Memastikan semua petugas dan pengelola toko negatif Covid 19 berdasarkan bukti hasil test Polimerase Chain Reaction (PCR) atau rapid test yang dilakukan oleh pemilik toko atau Dinas Kesehatan.”

Pasal 23 pada Perwal yang sama berbunyi “Bagi toko swalayan dan Mall/pusat perbelanjaan yang tidak dapat memenuhi ketentuan bagaimana dimaksud dalam pasal 21 dan pasal 22 dilarang untuk beroperasi sampai terpenuhinya ketentuan tersebut.” Hasil Investigasi Entitas Hukum Indonesia khususnya mall di sekitaran Jl. Kawi, mendapat informasi dari beberapa pelayan toko serta keamanan yang berbeda serta syarat yang berbeda dengan isi daripada Peraturan Walikota tersebut khususnya dengan pasal 21 ayat 1 huruf d, semua yang diwawancarai oleh Entitas Hukum Indonesia “MENGATAKAN BAHWA MEREKA TIDAK PERNAH DI REPIT TEST OLEH MANAGEMEN.” Ini Merupakan pelanggaran yang sangat fatal bagi mall tersebut, mereka abai dengan keselamatan orang yang ujung-ujungnya negara yang dirugikan dengan menyebarnya Covit-19 yang semakin masif di Kota Malang, demikian dikatakan oleh Endang salah satu pengunjung Mall tersebut, Walikota harus bertindak tegas, jangan kafe-kafe kecil saja yang di grodok dan di rasia setiap malam, dengan pengusaha besar pejabar ngeper, semua punya resiko baik itu kafe atau mall atau toko kecil lainnya, petugas harus adil tak tebang pilih dalam menerapkan aturan, demikian terangnya sambil berlalu dari hadapan Entitas Hukum Indonesia, sampai berita ini diturunkan Sekertaris Daerah Kota Malang yang dihubungi tidak mengangkat telpnya, tetapi bunyi nada ada, begitu juga Dr. Husnul selaku juru bicara Gugus satgas covid19 kota Malang. (rif)

 

Komentar