Perpanjangan SIM Selama PSBB Malang Raya Masih Dapat Dilakukan, Simak Cara Hingga Persyaratannya

mkoran.com - 16-05-2020 14:43:55

Malang, Mkoran.com - Sabtu (16/5) Penerapan PSBB Malang Raya sudah mulai disiapkan. Warga luar wilayah yang akan mengurus perpanjangan SIM tetap dapat bisa dilakukan.

Perpanjangan SIM bagi Warga luar wilayah Malang Raya yang bekerja di Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu dapat tetap dilakukan saat masa PSBB berlangsung.

Kasatlantas Polresta Malang Kota, Kompol Priyanto mengatakan perpanjangan SIM bisa dilakukan secara online.

"Jadi perpanjangan SIM dapat dilakukan di mana saja," ujar Priyanto.

Menurutnya, masyarakat dari luar Malang Raya tidak perlu membuat surat keterangan tambahan untuk perpanjangan SIM.

"Yang penting persyaratannya lengkap, seperti lulus tes kesehatan," tambahnya.

Priyanto mengungkapkan masyarakat tidak perlu panik saat masa berlaku  SIM habis

"Sejak akhir Maret 2020, Polri sudah memberikan dispensasi terkait hal itu.

Bila masa berlaku SIM habis, masyarakat tidak perlu mengurus baru. Cukup perpanjangan SIM seperti biasa," bebernya.

Cara perpanjangan SIM secara online:

- Buka portal website resmi dari Polri, yaitu di http://sim.korlantas.polri.go.id.

- Pilih menu pendaftaran SIM online.

- Pilih opsi PERPANJANGAN SIM pada kolom isian jenis permohonan.

- Isi formulir atau data permohonan SIM baru.

- Input kode verifikasi lalu klik tombol kirim. Bukti registrasi akan terkirim melalui email.

 Persyaratan administrasi pengajuan perpanjangan SIM meliputi :

  1. Mengisi formulir pengajuan perpanjangan SIM.
  2. Kartu Tanda Penduduk asli setempat yang masih berlaku bagi Warga Negara Indonesia atau dokumen.
  3. keimigrasian bagi Warga Negara Asing.
  4. SIM lama yang masih berlaku.
  5. surat keterangan lulus uji keterampilan Simulator.
  6. surat kesehatan dari dokter.

Sementara itu, Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata akan melakukan berbagai persiapan di pos check point dan pos penyekatan.

"Kami belum melakukan tindakan apapun. Sekarang masih tahap sosialisasi PSBB Malang Raya."

"Tapi, kami akan tetap melakukan berbagai persiapan di pos check point dan pos penyekatan," ungkapnya.

Mantan Wakapolrestabes Surabaya ini menuturkan pihaknya akan menggelar simulasi pelaksanaan PSBB.

"Kami akan mensimulasikan pelaksanaan PSBB di pos check point dan pos penyekatan besok."

"Dalam kegiatan itu ada berbagai hal yang harus dilakukan, termasuk pemeriksaan kendaraan," tandasnya.

Meski terdapat beberapa aturan PSBB Malang Raya, mobilitas masyarakat Malang Raya tetap berjalan seperti biasa.

Selama Pelaksaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Malang Raya berlangsung, Warga Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu Masih Bisa Keluar-Masuk.

Seperti dikatakan Bupati Malang, Sanusi ia menyatakan warga Kabupaten Malang yang bekerja di  Kota Malang tidak akan terganggu.

Sanusi mengatakan warga tiga daerah di Malang Raya yakni Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu diperbolehkan keluar masuk tanpa prosedur ketat.

"Perbatasan kota dengan kabupaten tidak ada (penyekatan). Yang antara tiga daerah tidak ada, warga kota bisa masuk kabupaten dan sebaliknya."

"Jadi warga kabupaten yang kerja di kota masih bisa (melintas)," ujar Sanusi.

Selama PSBB , kata dia, penyekatan hanya akan dilakukan di kawasan yang berbatasan dengan daerah di luar Malang Raya.

Di perbatasan itu, warga ber-KTP luar Malang Raya tidak diperbolehkan masuk.

"Kalau warga Malang mau pulang kami perbolehkan tapi diberlakukan observasi, kami rapid test kalau positif kami bawa ke RS," ujarnya.

Sanusi mengatakan Pemkab Malang memberlakukan jam malam selama PSBB berlangsung.

Meski begitu warga diharapkan mematuhi pembatasan jam malam, Seluruh kegiatan termasuk usaha diwajibkan tutup pukul 21.00 WIB.

Meski demikian, tidak ada sanksi bagi warga yang melanggar aturan PSBB yang tertuang dalam Peraturan Bupati (Perbup).

Kata Sanusi, dia ingin kesadaran warga Kabupaten Malang terbentu tanpa adanya sanksi yang tertuang dalam Perbup PSBB.

"Jadi begini sanksi itu kesekian kali tapi kesadaran masyarakat untuk selamat dari Covid-19 itu yang utama," tanda Sanusi.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memutuskan pemberlakuan PSBB di Malang Raya dimulai pada Minggu, 17 Mei sampai 30 Mei 2020.

Keputusan itu diambil saat Khofifah rapat bersama tiga kepala daerah Malang Raya di Bakowil pada Rabu (13/5) malam.

Komentar